
Kim Do Gi (diperankan oleh Lee Je Hoon) mungkin akhirnya tersandung pada kasus yang bukan miliknya, dan justru itulah mengapa ia tidak mungkin untuk menghindar.
Taxi Driver 3 episode 5 dan Taxi Driver 3 episode 6 mengungkap kembali insiden 15 tahun yang lalu. Park Min Ho (diperankan oleh Lee Do Han), seorang pemain voli yang menjanjikan, diduga dibunuh. Ayahnya, Park Dong Su (diperankan oleh Kim Gi Cheon), telah berjuang mencari keadilan, tetapi tidak berdaya. Saat para pelaku dibebaskan, Dong Su sangat ingin mengetahui kebenaran.
Perburuan Dong Su terhadap putranya yang hilang juga terkait erat dengan kisah asal usul Rainbow Taxi. Apa yang dimulai sebagai uluran tangan Do Gi berubah menjadi perjalanan mundur, saat ia menggali petunjuk yang terkubur begitu dalam sehingga seseorang telah berusaha keras untuk menghapusnya.
Ingatan seorang ayah yang memudar, seorang putra yang menghilang tanpa jejak, dan jejak yang sengaja dihapus, kasus ini menjadi cermin bagi CEO Jang (diperankan oleh Kim Eui Sung), yang dipaksa untuk menghadapi satu kegagalan yang telah bertahun-tahun ia coba hindari. Masa lalu dan masa kini bertabrakan.
Do Gi, bersama dengan timnya Ahn Go Eun (diperankan oleh Pyo Ye Jin), Choi Kyung Goo (diperankan oleh Jang Hyuk Jin), dan Park Jin Eon (diperankan oleh Bae Yu Ram), mendapati diri mereka mempercepat upaya untuk mencari keadilan yang telah lama ditolak. Adegan ini memicu trauma dan emosi terasa mentah, tetapi Rainbow Squad berjanji bahwa pelaku akan dibawa ke dalam perjalanan yang tidak pernah mereka duga.
Berikut adalah dua momen emosional dan dua momen menegangkan dari drama Korea Taxi Driver 3 episode 5 dan 6!
2 Momen Emosional dan 2 Momen Menegangkan di Taxi Driver 3 Episode 5 & 6
Peringatan spoiler dari Taxi Driver 3 episode 5-6!
1. Emosional: Rasa Bersalah Terpendam CEO Jang

CEO Jang menerima panggilan yang mengguncangnya, pengingat akan janji yang tidak dapat ia tepati. Panggilan itu membawanya ke sebuah panti jompo, tempat ia akhirnya bertemu kembali dengan Park Dong Su, yang menghilang pada hari mereka seharusnya bertemu 15 tahun yang lalu.
Dong Su memang mengingat putranya, Min Ho, tetapi hanya dalam kilasan-kilasan yang samar. Ia terjebak dalam waktu, ingatannya datang dalam semburan singkat yang berlangsung beberapa menit, terkadang satu jam. Itu tidak pernah cukup lama untuk menyatukan tragedi itu. Ia berpegang teguh pada fragmen-fragmen ingatannya, tetapi detailnya terus hilang. Dan di sinilah beban emosionalnya terasa:
CEO Jang, yang biasanya tenang dan hampir klinis, tampak terguncang. Melihat Dong Su berjuang untuk mempertahankan ingatan-ingatan itu meretakkan fasad stoiknya. Penonton bisa melihat kesedihan, rasa bersalah, dan frustrasi yang telah ia tanggung sendiri selama bertahun-tahun.

Kematian Park Min Ho, persidangan yang direkayasa, dan keadilan yang ditolak telah menjadi katalis baginya untuk menciptakan layanan balas dendam yang berkembang menjadi Rainbow Taxi, dan ini adalah pertama kalinya penonton benar-benar memahami alasannya. Saat menyaksikan Dong Su berjuang, CEO Jang sangat bertekad untuk menangkap pembunuh Min Ho. Ini bukan hanya misi, tetapi sesuatu yang sangat pribadi. Namun kali ini, ia tidak sendirian. Ia memiliki pasukannya, yang dipimpin oleh Do Gi, yang yakin bahwa keadilan yang tertunda tidak selalu berarti keadilan yang ditolak.
2. Emosional: Perjuangan seorang ayah untuk keadilan


Park Dong Su kini hanyalah bayangan dari dirinya yang dulu. Ia tidak lagi dapat mengingat garis waktu atau mengenali dunia di sekitarnya. Tetapi satu hal yang tidak pernah ia lupakan adalah putranya, Min Ho.
Seorang duda dan penjual jam sederhana, Dong Su hidup untuk satu-satunya anaknya. Min Ho, kapten karismatik tim voli universitasnya, diperkenalkan sebagai seseorang yang mencintai olahraga, fotografi, dan bahkan Girls’ Generation. Namun masa depannya yang cerah menjadi gelap pada hari ia menghilang setelah pertengkaran di ruang ganti, insiden yang melibatkan temannya sendiri. Meskipun temannya bersikeras itu hanya perkelahian, semakin jelas bahwa ada orang lain yang telah mengendalikan semuanya sejak awal.
Dalam keputusasaan, Dong Su mengetuk setiap pintu, kantor polisi, pengadilan, siapa pun yang mau mendengarkan, hanya untuk diabaikan atau bahkan dituntut karena “membuat masalah.” Ketika CEO Jang turun tangan, berjanji untuk membantu, keduanya mulai mengumpulkan petunjuk. Tetapi tepat ketika mereka hampir mengungkap kebenaran, Dong Su menghilang.
Penonton kemudian mengetahui bahwa pada hari ia menghilang, ia menerima telepon dari Min Ho yang memohon agar ia menjemputnya, sebuah jebakan kejam yang menyebabkan kecelakaan. Terluka dan tidak diobati, Dong Su menderita kehilangan ingatan dan sekarang tinggal di panti jompo, sendirian dan berjuang melawan demensia. Ia tidak memiliki pengunjung. Hari-harinya terjalin oleh ingatan yang terfragmentasi, tetapi setiap ingatan yang terputus kembali pada putranya.

Kesedihannya sunyi, keras kepala, dan benar-benar menghancurkan. Bahkan ketika pikirannya mengkhianatinya, cintanya tidak. Ini sangat mengharukan, memicu emosi, dan tidak mengherankan bahwa Pasukan Pelangi bersatu dalam satu keyakinan: seorang ayah yang begitu teguh pantas mendapatkan keadilan.
3. Menegangkan: Saat Lee Je Hoon Mengambil Risiko

Do Gi selalu cerdas, teliti, dan tajam. Dia adalah orang yang bisa membaca situasi bahkan sebelum orang lain masuk. Tapi kali ini, kasusnya bukan sekadar misi biasa. Ini masalah pribadi.
Ia tidak mentolerir ketidakadilan, dan kasus Min Ho adalah kasus yang sangat ia pedulikan, bahkan hampir menyakitkan. Jadi Do Gi membuka kembali berkas yang sudah lama terbengkalai dan menelusuri kembali setiap langkah yang mengarah pada hilangnya dan kematian Min Ho. Tersangka utama, Dong Hyeon, yang dulunya rekan satu tim voli dan teman Min Ho, menjalani hukuman lima bulan sebelum dibebaskan. Sekarang, ia telah mengubah dirinya menjadi pemilik pusat kebugaran mewah.
Saat inilah insting Do Gi muncul. Ia membuntuti Dong Hyeon dan menemukan dua hal: masalah kecanduan judi dan kemungkinan bahwa Dong Hyeon hanyalah kedok untuk seseorang yang jauh lebih berbahaya.
Sebagai ahli penyamaran, Do Gi menyusup ke tempat perjudian yang tersembunyi di dalam rumah duka. Bersamanya ada Kyung Goo, yang dengan kocaknya berubah menjadi seorang taipan judi gadungan. Ia masuk sebagai seorang amatir yang gugup, hanya untuk mengubah strategi begitu ia merasakan titik lemah Dong Hyeon yang sebenarnya: tempat latihan yang sangat ingin ia lindungi. Yang terjadi selanjutnya adalah perubahan yang sangat cerdik saat Do Gi mengalahkan semua orang di meja judi dan memenangkan tempat latihan itu sendiri.

Namun apa yang tampak seperti jalan buntu justru menjadi terobosan. Do Gi menemukan rahasia tempat latihan itu: Dong Hyeon sedang mengatur permainan online, memanipulasi pertandingan, dan menyalurkan keuntungan kepada seseorang yang berkuasa. Seseorang itu bisa jadi adalah pelaku sebenarnya di balik pembunuhan Min Ho.

Namun, kasus ini sama sekali tidak sederhana. Setiap petunjuk mengungkap lapisan lain, liku-liku lain, dan potongan yang hilang dalam teka-teki yang tak kunjung selesai. Do Gi teguh. Dan kali ini, dia tidak akan berhenti sampai kebenaran terungkap.
4. Menegangkan: Pyo Ye Jin, si pengacau diam-diam

Pyo Ye Jin adalah pengacau diam-diam Tim Pelangi. Dialah yang meretas, menyusup, dan menghancurkan benteng musuh, membawa kelucuan khasnya sendiri dalam situasi yang paling serius. Sebagai jenius teknologi tim, dia adalah garis depan intelijen dan penentu ketepatan. Tanpa dia, yang lain bahkan tidak akan tahu harus mulai dari mana.
Dan dia membuktikannya sekali lagi di sini. Go Eun adalah orang yang menyelinap ke gym lebih dulu, menyamar sebagai influencer yang mengunjungi pemiliknya. Sementara semua orang lain mengelilingi perimeter, dia sudah berada di dalam, mengamati setiap sudut dan memperhatikan setiap detail yang mencurigakan. Dia lucu dan riang saat dengan senang hati merekam video, bahkan Dong Hyeon yang terkejut, dan dengan tenang berjalan keluar. Sikap acuh tak acuh dan kepercayaan dirinya sangat menawan.
Sekali lagi, dia cerdas dan bersahaja saat menggali file-file yang terkubur, membobol sistem yang terkunci dengan tenang. Melacak dan menelusuri para penjahat, dia adalah pahlawan dalam tim.

Tapi dia bukan hanya tulang punggung teknologi tim. Dia juga kompas Do Gi. Ketika dia berada di ambang bertindak berdasarkan insting atau emosi semata, dalam hal ini memasuki tempat perjudian tanpa persiapan apa pun (hanya sekantong uang), suara Go Eun di earphone-nya yang menyuruhnya untuk segera pergi sebelum tertangkap. Dia memiliki kemampuan untuk membimbingnya, meredam kecerobohannya, dan dia juga kagum pada Do Gi, yang seringkali menemukan solusi untuk setiap masalah.
Nonton Streaming / Download Taxi Driver 3 Sub Indo di Viu
Drama Korea Taxi Driver 3 bisa kamu saksikan di Viu mulai 21 November 2025, setiap hari Jumat dan Sabtu. Selain itu, saksikan juga Taxi Driver 1 dan Taxi Driver 2 untuk mengikuti aksi heroik balas dendam Kim Do Gi bersama tim Taksi Pelangi. Jangan lewatkan untuk nonton streaming atau download Taxi Driver 3 sub Indo hanya di Viu!
Aktifkan juga Viu Premium agar bisa bebas nonton anime sub Indo, drama Korea dan Asia terbaru, serta tayangan video eksklusif sepuasnya, tanpa jeda iklan.
Pastikan kamu juga sudah download aplikasi Viu di smartphone agar bisa nonton koleksi drakorindo terlengkap dan nonton film online dari mana saja, kapan saja.
Jangan lewatkan Taxi Driver 3 sub Indo di Viu!



