
Dalam My Youth episode 9 dan My Youth episode 10 telah menjadi titik balik yang sangat emosional bagi Sunwoo Hae (diperankan oleh Song Joong Ki). Ketika ia menyadari kemungkinan kehilangan Sung Je Yeon (diperankan oleh Chun Woo Hee), ia akhirnya melepaskan sikap tenangnya dan mengaku tak bisa hidup tanpanya. Ini adalah awal dari babak baru dalam hubungan mereka. Hubungan mereka terasa lembut, manis, sekaligus jujur. Keduanya belajar menerima kelemahan satu sama lain, menemukan cinta dalam kejujuran, bukan kesempurnaan.
Meskipun penyakitnya terus membayangi, Sunwoo Hae menolak membiarkannya menentukan masa depan mereka. Ia berusaha melindungi Je Yeon dari kekhawatiran sekaligus berdamai dengan orang-orang di sekitarnya, mendorong saudara tirinya untuk bersatu kembali dengan ibu mereka, dan menceritakan kondisinya kepada saudara tirinya.
Mungkin untuk pertama kalinya, Sunwoo Hae berhenti berpura-pura tak terkalahkan. Dengan melakukan itu, ia tidak hanya menguatkan dirinya sendiri, tetapi juga semua orang yang mencintainya. Berikut empat momen saat Sunwoo Hae dan Je Yeon menemukan keberanian dan kebahagiaan di masa-masa tersulit.
4 Momen Song Joong Ki Menguatkan Diri dan Orang Lain di My Youth Episode 9 dan 10
Peringatan spoiler dari drama Korea My Youth episode 9 dan 10!
1. Sunwoo Hae jujur tentang perasaannya kepada Je Yeon

Di episode sebelumnya, penolakan Sunwoo Hae yang blak-blakan membuat Je Yeon patah hati, tetapi takdir berbalik ketika ia tiba-tiba mengalami kecelakaan. Saat Hae mengetahuinya, kepanikan melanda. Bergegas ke rumah sakit dan melihatnya terbaring di tempat tidur, pulih dari radang usus buntu, dinding yang dibangun Sunwoo Hae dengan hati-hati runtuh. Di saat hening itu, ia akhirnya mengakui apa yang telah lama ia sangkal, bahwa ia tidak bisa hidup tanpa Je Yeon.
Hae mengaku bahwa selama berjam-jam ia habiskan dengan panik mencarinya, pikiran-pikiran terburuk terlintas di benaknya, rasa takut kehilangannya selamanya. Bagi seorang pria yang selalu merasa hidup hanya merenggutnya, pengakuan ini menandai titik balik. “Aku bukan orang yang kau pikirkan,” katanya jujur, mengakui kekurangan dan rasa tidak amannya. Namun, terlepas dari itu, ia yakin akan satu hal: ia tak pernah ingin melepaskannya.
Pengakuan Hae bukan hanya tentang cinta; ini tentang kerentanan dan pertumbuhan. Bagi seseorang yang selalu takut mencintai, takut cintanya akan direnggut darinya, momen kejujuran yang nyata ini menjadi tindakan keberanian terbesarnya. Ini adalah transformasi yang tenang namun dahsyat. Cinta bukan lagi sesuatu yang harus dihindari, melainkan sesuatu yang harus dipegang.
2. Je Yeon mengambil alih hidupnya

Cinta dapat melakukan hal-hal yang aneh pada orang-orang, dan bagi Je Yeon, cinta memberinya keberanian untuk akhirnya menjadi dirinya sendiri. Setelah pengakuan Sunwoo Hae yang tenang namun tulus, ia merasa lebih ringan dari sebelumnya. Cintanya tak hanya memenuhi hatinya; cintanya juga membuatnya melihat dirinya sendiri secara berbeda. Untuk pertama kalinya, ia merasa utuh.
Selama bertahun-tahun, identitas Je Yeon berpusat pada pekerjaannya. Feel Entertainment bukan sekadar pekerjaan—ialah dunianya, tolok ukur nilainya. Di bawah tatapan tajam Kim Pil Do (diperankan oleh Jin Kyung), ia belajar menyamakan kesuksesan dengan validasi, dan keyakinannya lebih dibentuk oleh ekspektasi orang lain daripada keinginannya sendiri. Namun, ada sesuatu yang berubah dalam dirinya. Dengan ketulusan Sunwoo Hae yang membumi, ia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya—sebuah tindakan kemandirian yang sederhana namun kuat. Untuk sekali ini, ia tidak cemas dengan apa yang akan terjadi. Je Yeon mendapati dirinya melambat. Ketahanan Sunwoo Hae, caranya menjalani hidup apa adanya, mulai menular padanya. Ketidakpastian yang dulu membuatnya takut kini terasa membebaskan. Ia tidak lagi merasa perlu menjadi sempurna; hidup saja sudah cukup.
Terdapat pula kejujuran yang lebih lembut yang muncul dalam dirinya. Je Yeon selalu diam-diam menyadari bahwa ia tidak lulus dari universitas bergengsi, hidupnya justru dibentuk oleh keadaan dan tanggung jawab. Itu bukan rasa malu, hanya sebagian kecil dirinya yang ia coba hindari. Namun kini, ia tak lagi menganggapnya sebagai sesuatu yang mendefinisikan dirinya.

Dalam surat yang menyentuh hati untuk Hae, ia tak hanya berterus terang tentang perasaannya terhadap Hae, tetapi juga tentang lapisan-lapisan dirinya yang telah lama ia jaga. Reaksinya yang membingungkan, sifatnya yang tertutup, kerinduannya untuk menemukan kembali kepolosan dan kesederhanaan masa muda—ia ungkapkan semuanya, bukan mencari belas kasihan melainkan koneksi.
Saat menulis, Je Yeon merasakan beban lamanya terlepas. Untuk pertama kalinya, ia membiarkan dirinya rentan, tidak sempurna, dan penuh harapan. Harga dirinya tak lagi terikat pada pencapaian atau masa lalunya, melainkan pada keberaniannya untuk hidup jujur dan mencintai sepenuhnya.
3. Je Yeon dan Hae tetap tegar meski Hae sakit

Je Yeon dan Hae tak lagi bisa menolak apa yang selalu ada di antara mereka. Bersama-sama, mereka begitu menawan. Setelah sekian lama waktu yang terbuang karena keraguan, kebingungan, dan emosi yang tak terucapkan, kini mereka menebusnya dalam momen-momen hening dan bermakna. Kebahagiaan mereka terpancar begitu mudahnya sehingga orang-orang di sekitar mereka tak kuasa menahan rasa lega karena akhirnya mereka menemukan jalan untuk bertemu kembali.
Di antara sifat-sifat Hae yang cemburu dan kegirangan cinta Je Yeon yang baru muncul, mudah untuk melupakan bayangan yang membayangi mereka: penyakit Hae. Ia telah menceritakan segalanya, berharap Je Yeon mengerti, namun pertanyaannya tetap ada—bisakah ia benar-benar menghadapi apa yang akan terjadi?
Saat berkencan, Hae tiba-tiba merasa pusing. Karena tak ingin membuat Je Yeon khawatir, ia pamit pergi ke kamar mandi. Menit demi menit berlalu menjadi jam. Karena khawatir, Je Yeon mencarinya dan menemukannya, terkulai lemas dan berjuang untuk menenangkan diri. Sesaat, ia ingin segera masuk. Tapi ia urungkan. Ia justru berdiri di kejauhan, memperhatikan dengan tenang, matanya tak pernah lepas dari Hae. Ketika Hae akhirnya sadar dan kembali, Je Yeon sudah kembali ke meja mereka, menunggu seolah tak terjadi apa-apa.
Itu adalah tindakan cinta yang diam-diam, caranya untuk memberinya harga diri, bukan rasa kasihan. Je Yeon tidak mempertanyakannya, tidak menarik perhatian pada apa yang baru saja terjadi. Sebaliknya, ia hanya menggeser momen, menunjukkan bagaimana salju pertama musim ini mulai turun.
Je Yeon tahu waktu mereka bersama mungkin tidak selamanya, tetapi ia rela berjalan di sampingnya selama takdir mengizinkannya, baik atau buruk. Dan Hae, menyadari keterbatasannya sendiri, hanya ingin membuat Je Yeon bahagia. Yang tidak ia sadari adalah bahwa cintanya adalah kebahagiaan Je Yeon, cahaya yang menenangkannya melewati setiap badai.
Di permukaan, hubungan mereka lembut, bahkan ceria, tetapi di balik itu terdapat sesuatu yang sangat lembut. Itu adalah cinta yang menerima kerapuhan hidup, ikatan yang menemukan makna bukan dalam keabadian tetapi dalam keberanian untuk mencintai terlepas dari apa yang tak terelakkan.
4. Transformasi Hae yang Diam-diam

Hae selalu menjadi orang yang dapat diandalkan, jangkar bagi saudara tirinya, Nu Ri (diperankan oleh Choi Jung Woon), dan saudara tirinya, Seok Ju (diperankan oleh Seo Ji Hoon). Meskipun diam-diam menanggung beban penyakitnya, ia menyadari bahwa waktunya telah tiba untuk mempersiapkan mereka menghadapi masa depan di mana ia mungkin tak selalu ada.
Dalam beberapa episode terakhir, Hae tampak gelisah dengan kemunculan kembali ibu Nu Ri. Awalnya, hal itu membuatnya frustrasi, tetapi ia segera melihat gambaran yang lebih besar: Nu Ri membutuhkan stabilitas, dan reuni ini bisa menjadi bagian darinya. Saat mendorongnya untuk berhubungan kembali, ia menghadapi penolakan awal Nu Ri karena ia berasumsi ia marah tentang nilainya dan tentang pertemuan diam-diamnya dengan ayah mereka yang terasing, Sunwoo Chan (diperankan oleh Jo Han Chul). Namun perlahan, Nu Ri melunak.
Dalam momen yang sangat mesra, Hae mengambil album yang ia simpan untuknya selama bertahun-tahun dan mendesaknya untuk membagikannya dengan ibunya. Sambil menunggu dengan sabar di mobil, ia akhirnya membiarkan dirinya merasakan kerentanan yang tenang. Ketika Nu Ri meminta untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan ibunya, ia setuju, dan untuk pertama kalinya, kita melihat air mata di matanya, sebuah pengakuan diam-diam bahwa ia sedang belajar untuk merelakan.
Sementara itu, hubungannya dengan Seok Ju selalu rumit, dibayangi oleh permusuhan ibu Seok Ju, Kim Pil Do. Namun, bahkan di sini, ada transformasi yang halus. Hae tidak protes ketika Kim Pil Do mengantar Nu Ri ke ujiannya, dan ia bahkan mengirimkan tanda terima kasih kecil kepadanya. Yang lebih penting, ia membawa Seok Ju ke rumah sakit, menghadapi kenyataan penyakitnya bersama. Diliputi emosi, Seok Ju pun hancur, mengakui betapa sulitnya untuk mengatasinya, tetapi juga mengungkapkan kebenaran yang lebih dalam: Sunwoo Hae selalu menjadi orang yang memberinya kepercayaan diri untuk berdiri sendiri.

Melalui gestur-gestur ini, Hae diam-diam mengatur kemandirian emosional mereka, memupuk kekuatan dan ketahanan pada orang-orang terdekatnya. Namun, masih ada satu hubungan yang belum ia perbaiki—hubungan dengan ayahnya yang egois dan jauh, yang, terlepas dari segalanya, tidak pernah menjadi bagian dari upaya ini.
Nonton Streaming / Download My Youth Sub Indo di Viu
Drama Korea persembahan Viu Original, My Youth, bisa kamu saksikan di Viu dengan sub Indo mulai 5 September 2025, setiap hari Jumat. Selain itu, kamu juga bisa menyaksikan berbagai koleksi lengkap drama Korea terbaru di Viu dengan sub Indo. Jangan lewatkan untuk nonton streaming atau download My Youth sub Indo di Viu!
Aktifkan juga Viu Premium agar bisa bebas nonton anime sub Indo, drakor dan drama Asia terbaru, serta film terpopuler sepuasnya, tanpa jeda iklan.
Pastikan kamu juga sudah download aplikasi Viu di smartphone agar bisa nonton koleksi drakorindo terlengkap dan nonton film online dari mana saja, kapan saja.
Jangan lewatkan My Youth sub Indo di Viu!



