Kisah nyata atau peristiwa sejarah merupakan ide menarik untuk diangkat ke layar lebar. Setelah film The Battleship Island dan I Can Speak yang sama-sama berdasar kisah nyata, kali ini Viu akan merekomendasikan sebuah film berlatar sejarah Korea tahun 1980 yang dikenal dengan sebutan ‘Gwangju Uprising’ atau Gerakan Demokrasi Gwangju, A Taxi Driver. Film rilisan tahun 2017 ini diangkat dari catatan harian seorang reporter televisi Jerman, Jurgen Hinzpeter, dan disutradari oleh Jang Hoon yang sebelumnya membesut film Rough Cut.
Sinopsis A Taxi Driver
Film Korea A Taxi Driver bercerita tentang Kim Man Seob (diperankan oleh Song Kang Ho yang juga membintangi film terbaik Oscar, Parasite), seorang duda beranak satu yang bekerja sebagai sopir taksi di Kota Seoul, Korea Selatan. Man Seob adalah seorang pria biasa yang hanya peduli dengan keluarganya dan sama sekali tidak tertarik dengan isu politik. Ia pernah bekerja sebagai sopir truk gurun yang sangat panas di Arab Saudi. Bagi Man Seob, orang-orang yang sibuk mendemo negaranya sendiri adalah orang yang tidak tahu betapa beratnya kehidupan di negara lain.
Suatu hari Man Seob mendengar seorang warga negara asing menyewa taksi untuk pergi ke Gwangju dengan bayaran 100.000 won. Terlilit biaya hidup dan sewa rumah, Man Seob lantas menyerobot rejeki pengemudi taksi lain. Akhirnya, dirinyalah yang mengantar Jurgen Hinzpeter atau Peter (diperankan oleh Thomas Kretschmann) ke Gwangju. Dengan bahasa Inggris terpatah-patah, Man Seob meyakinkan Peter bahwa ia akan diantarkan dengan selamat ke Gwangju. Namun Man Seon mulai menyadari keanehan demi keanehan begitu tiba di Gwangju. Akses masuk ke Gwangju ditutup oleh militer, sementara Peter tak henti-hentinya merekam semua kejadian di sekeliling mereka. Karena menyerobot penumpang taksi lain, Man Seob tidak tahu bahwa Peter adalah seorang reporter televisi Jerman dengan misi melaporkan peristiwa kekerasan sipil oleh militer di Gwangju.


Man Seob lantas berusaha melarikan diri begitu melihat peristiwa berdarah di Gwangju. Militer dengan membabi-buta menembaki para pendemo dan menuduh mereka sudah disusupi pihak komunis. Sementara itu akses Gwangju yang ditutup secara ketat membuat peristiwa tersebut tidak diketahui secara jelas bahkan oleh rakyat Korea sendiri. Dari siaran berita televisi dikabarkan bahwa kekerasan sipil oleh militer yang menjatuhkan banyak korban hanyalah rumor belaka. Ketidaktahuan rakyat Korea dan seluruh dunia inilah yang membuat dilema di diri Man Seob. Apakah ia harus lari dan menjalani hidupnya seperti biasa bersama putrinya atau membantu Peter melarikan diri dari Gwangju supaya bisa menyiarkan peristiwa kekerasan yang terjadi?
Viuers, jangan lewatkan film A Taxi Driver yang sangat apik ini di Viu. Melalui karakter Kim Man Seob, kita dapat menarik pelajaran antara mendahulukan kepentingan pribadi atau kemanusiaan. Akankah Man Seob terinspirasi oleh Gu Jae Sik (diperankan oleh Ryu Jun Yeol), seorang mahasiswa naif yang pandai berbahasa Inggris, yang ikut berjuang menegakkan misi “lebih baik mati berdiri daripada hidup berlutut’, serta Hwang Tae Sool (diperankan oleh Yoo Hae Jin), seorang sopir taksi lokal baik hati yang secara tulus mengorbankan dirinya untuk meloloskan Peter ke luar dari Gwangju?
Pastikan kamu juga sudah download Viu di smartphone agar bisa nonton koleksi drakorindo terlengkap, termasuk drama Korea, kshow, dan nonton film online dari mana saja, kapan saja.


