
Di drama-drama dengan latar sejarah, tak aneh jika ada karakter shaman atau dukun yang muncul. Misalnya, di Viu Original Lovers of the Red Sky ada Mi Soo (Chae Gook Hee) dukun jahat yang membantu Pangeran Joohyang (Kwak Si Yang) untuk naik tahta. Di The Moon Embracing The Sun ada dukun Jang Nok Young (Jeon Mi Seon) yang membesarkan Heo Yeon Woo (Han Ga In), dan memberinya pelatihan terkait dunia dukun.
Sementara itu, yang biasanya muncul di drama dengan setting modern bukanlah dukun, melainkan peramal atau fortune teller. Hanya beda nama, tapi perannya, sih, serupa dengan dukun. Contohnya, di drama Flower Boy Ramen Shop, Yang Eun Bi (Lee Chung Ah) terlihat mengunjungi peramal untuk mengetahui takdirnya.
Profesi dukun dan peramal ini memang cukup sering muncul di drakor. Ini 4 alasannya:
1. Dukun dan peramal bagian dari budaya Korea

Di Korea shamanism merupakan suatu kepercayaan kuno yang bertujuan untuk mencari keharmonisan antara manusia dan arwah. Seiring waktu, aspek dalam dunia perdukunan ini melebur dalam praktik agama. Akibatnya, jumlah orang yang percaya pada dukun berkurang. Meski demikian, sama seperti di Indonesia, banyak orang Korea Selatan yang masih percaya pada kepercayaan tradisional ini.
Seorang dukun, biasanya perempuan, merupakan pimpinan agama yang mencoba mendamaikan manusia dan dewa-dewa melalui berbagai ritual upacara dan praktik tertentu. Rupanya dukun ini terdiri atas berbagai tipe. Ada yang meramal masa depan, tapi ada juga yang khusus untuk mengusir setan dan mengucap mantra.
Sekitar tahun 1970 pemerintah Korea Selatan meluncurkan kampanye dalam bentuk koran, menyarankan orang untuk tidak percaya soal ramalan dan menentukan sendiri takdirnya. Tapi, praktik perdukunan tetap saja ada. Ada, lho, kegiatan festival dukun di sejumlah daerah di Korea. Dan, acara itu menarik banyak perhatian pengunjung yang ingin berkonsultasi tentang peristiwa penting dalam hidup mereka, misalnya rencana pernikahan.
2. Lebur dalam kehidupan modern

Karena meramal masih dipraktikkan dalam kehidupan modern di Korea Selatan, maka kamu akan mudah menemukannya di banyak tempat, termasuk kafe dan kios yang berlokasi di kawasan wisata, di taman kota, maupun di area belanja. Kampus-kampus yang menggelar festival atau career fair pun hampir selalu mengundang peramal untuk menarik minat pengunjung.
Kabarnya, ada dua kafe ramal yang terkenal di Seoul yang punya reputasi baik dalam hal meramal. Kafe ini menawarkan layanan membaca saju, telapak tangan, wajah, serta tarot. Pertama, Fun Saju, salah satu kafe ramal tertua yang menyediakan pembaca saju. Kafe ini berlokasi di salah satu kawasan hippy di area Hongdae. Kedua, Eros Café yang berlokasi dekat Ewha Woman’s University. Karena kedua kafe ini ramai, jika tertarik untuk diramal, lebih baik reservasi dulu, ya.
3. Terkait ilmu dan keterampilan lain

Di Lovers of the Red Sky, Cheon Gi diminta untuk memulihkan lukisan Raja Yeongjong yang rusak karena terbakar. Masalahnya, ia tidak pernah melukis potret wajah seseorang. Tak heran jika ia kesulitan ketika berlatih. Agar proses belajar melukis potret itu semakin mudah, Cheon Gi merasa perlu untuk mempelajari garis dan struktur wajah orang. Itulah kenapa ia kemudian memutuskan untuk belajar pada seorang ahli fisiognomi yang praktik di pasar.
Nah, di Korea Selatan ahli fisiognomi ini termasuk dalam kelompok peramal. Praktik fisiognomi atau membaca wajah ini merupakan sebuah praktik kuno untuk membaca wajah seseorang, lalu meramal masa depan serta karakter orang tersebut. Dengan ilmu ini, ahlinya bisa mendapatkan petunjuk lewat postur tubuh, gestur tubuh, ekspresi wajah, dan suara. Baru kemudian mereka meramal nasib orang tersebut.
Meski masih dipraktikkan, makin hari makin sedikit orang yang ahli dalam ilmu meramal ini, sehingga kamu akan sedikit kesulitan saat mencarinya.
4. Konsultasi reguler dengan dukun

Kamu percaya atau tidak pada dukun dan peramal, ternyata mengunjungi peramal tradisional saat traveling ke Korea merupakan cara unik untuk menyelami budaya Korea Selatan yang kaya. Peramalnya banyak yang jago bahasa Inggris, kok. Meski banyak komunitas sains menentang urusan ramal-meramal karena dinilai sebagai takhayul, nyatanya orang tetap mencari dukun atau peramal. Bahkan, ada yang sudah langganan.
Di Korea, berkonsultasi dengan peramal beberapa kali dalam setahun merupakan hal yang biasa. Penduduk lokal kerap memanfaatkan jasa mereka untuk mendapatkan perspektif lain, ketika akan memutuskan sesuatu.
Menariknya, Ilmin Museum of Art di Seoul pernah menggelar pameran bertema shamanism. Pamerannya mencakup sejumlah dokumen, foto, dan video tentang praktik tradisional tersebut. Nah, tak heran jika pameran ini malah bikin orang jadi makin penasaran untuk mencari dukun, kan?
Nonton Streaming / Download Lovers of the Red Sky Sub Indo di Viu
Viu Original Lovers of the Red Sky tayang secara eksklusif di Viu mulai 30 Agustus 2021, setiap Senin dan Selasa. Kamu juga bisa saksikan koleksi lengkap drama Korea terbaru yang lagi hits di Viu. Yuk, jangan lewatkan untuk nonton streaming atau download Lovers of the Red Sky sub Indo di Viu!
Yuk nonton Lovers of the Red Sky sub Indo sekarang!



