Nama Hanung Bramantyo tentu sudah tidak asing lagi di dunia perfilman Indonesia. Sudah banyak film Indonesia berkualitas yang dibesut pria asal Jogja tersebut. Mengusung tema Bulan Film Nasional di bulan Maret kali ini, Viu akan mengulas dua film bertema sejarah garapan Hanung. Tidak main-main, dua film ini pun masing-masing menggondol penghargaan film terpuji di acara Festival Film Bandung. Film-film apa saja yang dimaksud? Yuk, simak daftar di bawah ini!
1. Sang Pencerah

Film Sang Pencerah yang dirilis tahun 2010 ini mengambil kisah nyata tentang perjuangan pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan. Diceritakan seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah sesat, Syirik dan Bid’ah. Dengan sebuah kompas, ia menunjukkan arah kiblat di Masjid Besar Kauman yang selama ini diyakini ke barat ternyata bukan menghadap ke Ka’bah di Mekah, melainkan ke Afrika. Usul itu kontan membuat para kiai meradang. Ahmad Dahlan (diperankan oleh Lukman Sardi), anak muda yang lima tahun menimba ilmu di Kota Mekah, dianggap membangkang aturan yang sudah berjalan selama berabad-abad lampau.
Kepiawaian Hanung sebagai sutradara dengan menghidupkan atmosfir dan lanskap Jogjakarta di akhir tahun 1800-an diganjar tujuh piala sekaligus dalam Festival Film Bandung 2011, di antaranya Film Terpuji, Sutradara Terpuji, Pemeran Utama Pria Terpuji, Penata Musik Terpuji, Penata Kamera Terpuji, Penata Artistik Terpuji dan Poster Film Terpuji.
2. Soekarno

Film yang dirilis tahun 2013 ini merupakan film biografi dari Bapak Proklamasi Indonesia, Ir. Soekarno, dan mencakup periode dari masa kecilnya sampai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Melanjutkan sukses film Sang Pencerah, film Soekarno juga menyabet katagori Film Terpuji, sekaligus predikat Sutradara Film Terpuji FFB 2014.
Pada tahun 1931, pemerintah Hindia Belanda di Pulau Jawa menangkap Soekarno (diperankan oleh Ario Bayu), nasionalis muda yang bercita-cita yang ingin membebaskan Indonesia dari kekuasaan kolonial Belanda. Soekarno akhirnya dipenjara dengan tuduhan menghasut dan memberontak. Tapi keberanian Sukarno tidak pernah padam. Pledoinya yang sangat terkenal, Indonesia Menggugat, mengantarkannya ke pembuangan di Ende, lalu ke Bengkulu. Di Bengkulu, Sukarno istirahat sejenak dari politik. Hatinya tertambat pada gadis muda bernama Fatmawati. Padahal Sukarno masih menjadi suami Inggit Garnasih, perempuan yang lebih tua 12 tahun dan selalu menjadi perisai baginya ketika di penjara maupun dalam pengasingan.
Itu dia dua dari sekian banyak film bertema sejarah yang lahir dari tangan dingin Hanung Bramantyo yang wajib banget buat kamu tonton, viuers. Kapan lagi kan, nonton film Indonesia sambil belajar sejarah dari Negeri kita sendiri? Langsung aja tonton yuk kedua film bertema sejarah ini yang sudah hadir secara eksklusif di VIU sekarang juga. 😉


