
Through the Darkness adalah drama Korea terbaru bergenre crime thriller yang kisahnya seru. Diadaptasi dari novel non-fiksi They Who Read The Hearts of Evil yang ditulis oleh profiler kriminal pertama Korea Selatan, Kwon Il Yong, drama ini bercerita tentang perjuangan polisi memahami pola pikir para pelaku kriminal.
Song Ha Young (Kim Nam Gil) dan Kook Young Soo (Jin Seon Kyu) yang tergabung dalam Tim Analisisis Perilaku Kriminal, menyadari, peran profiler yang mengidentifikasi kepribadian dan karakter para pelaku kriminal berdasarkan kejahatan yang dilakukan bisa membantu kepolisian mengungkap kasus lebih cepat. Kendati demikian, ketua tim Unit Kejahatan Khusus, Yoon Tae Goo (Kim So Jin) sempat meragukan kemampuan mereka yang saat itu baru saja dibentuk. Siapa sangka, ternyata bantuan Ha Young dan Young Soo justru membuat Tae Goo bisa menangkap penjahat dengan lebih cepat dan efektif.
Ini 4 hal yang membuat Tae Goo mengakui kemampuan Tim Analisis Perilaku Kriminal di Through the Darkness.
1. Bukti lemari pendingin

Pertemuan pertama Tae Goo dan Tim Analisis Perilaku Kriminal terjadi ketika menangani kasus mutilasi anak perempuan berusia lima tahun, yang disebut sebagai Kasus Changeui-dong. Seorang pengumpul barang rongsokan menemukan sejumlah potongan tubuh anak-anak di tempat pembuangan sampah di daerah Changeui. Potongan tubuh tersebut tidak lengkap, sehingga dicurigai sisanya disimpan oleh pelaku atau dibuang di tempat lain.
Kasus ini jadi sorotan masyarakat, sehingga Unit Kejahatan Khusus berada dalam tekanan untuk segera menemukan pelaku. Bantuan dari Tim Analisis Perilaku Kriminal pun sempat ditolak Tae Goo, karena ia terlalu sibuk untuk memberi detail info. Karena penolakan tersebut, Ha Young dan Young Soo bergerak sendiri untuk menemukan bukti dan petunjuk guna menemukan pelaku. Dari bukti foto yang ditemukan di lapangan, diketahui bahwa pelaku menyimpan potongan tubuh korban di dalam lemari pendingin. Bukti yang ditemukan oleh Young Soo ini membuat Tae Go dan timnya semakin mengerucutkan pencarian pelaku, yaitu mencari orang yang memiliki lemari pendingin dengan model tertentu, seperti yang tertera pada barang bukti.
2. Mengidentifikasi karakteristik pelaku

Awalnya tim Tae Goo sudah mencari kemungkinan pelaku mutilasi anak dengan mencari di daftar pelaku kekerasan seksual yang tinggal di sekitar TKP. Namun, metode ini ternyata tak membuahkan hasil apa pun. Di tengah kebuntuan ini, Ha Young membuat identifikasi kemungkinan pelaku berdasarkan hal-hal yang ia temukan di TKP. Mulai dari kemungkinan pelaku tinggal seorang diri, punya kecenderungan mengidap Obsessive-compulsive disorder (OCD), pernah bekerja di rumah jagal atau toko daging, hingga memiliki track record melakukan pelecehan seksual pada anak-anak.
Ketika Ha Young menunjukkan identifikasi karakter pelaku tersebut kepada tim Tae Goo, analisisnya ini tak langsung diterima dan dipercaya. Namun, Heo Gil Pyo (Kim Won Hae), atasan Tae Goo, meminta Ha Young dan Young Soo untuk mencari pelaku dengan ciri tersebut secara diam-diam. Hasilnya, identifikasi karakter dari Tim Analisis Perilaku Kriminal membuahkan hasil dan mempermudah tim Tae Goo menyeleksi kemungkinan pelaku.
3. Menemukan tempat tinggal pelaku

Dari identifikasi karakter yang diberikan oleh Ha Young, akhirnya ada empat kemungkinan pelaku mutilasi. Tim Analisis Perilaku Kriminal dan Unit Kejahatan Khusus pun berpencar mencari keempat sasaran tersebut. lHa Young menuju salah satu rumah kontainer yang diduga adalah tempat tinggal pelaku. Ia yakin, pemilik rumah itu adalah pelakunya, karena barang yang berada di luar rumah tertata begitu rapi.
Dengan sigap Ha Young menghubungi Tae Goo dan memberi tahu bahwa ia menemukan tempat tinggal pelaku. Setelah Tae Goo tiba di lokasi, mereka masuk ke dalam rumah tersebut. Tae Goo terkejut, isi di dalam rumah kontainer tersebut persis sama dengan identifikasi karakter pelaku yang diinformasikan sebelumnya. Perabot di dalam rumah pelaku sangat rapi. Selain itu, ia juga hanya tinggal sendiri. Dari sinilah Tae Goo makin mengakui kemampuan Tim Analisis Perilaku Kriminal.
4. Masalah potongan jari

Setelah mengobrak-abrik rumah pelaku, seluruh tim mencari potongan tubuh korban di sekitar rumah tersebut. Awalnya ditemukan potongan jari-jari di pekarangan rumah. Mereka pun menggali lagi hingga ke sungai untuk menemukan potongan jari yang lain. Namun, tetap saja hanya ditemukan delapan jari. Di sini Ha Young menyadari sesuatu. Besar kemungkinan pelaku menyimpan dua jari lain sebagai trofi atau hal tersebut dianggap sebagai sesuatu yang penting untuk dijadikan ‘tanda’ pembunuhan. Hal ini dipahami oleh Ha Young setelah sebelumnya mewawancarai dan mempelajari karakteristik pelaku mutilasi lain, Jang Deuk Ho (Lee Jong Yoon).
Ketika pelaku sesungguhnya yang bernama Cho Hyun Gil (Woo Jung Kook) ditangkap, ia juga harus kehilangan dua jari akibat kecelakaan kerja. Inilah kenapa jari tengah dan jari manis tersebut tak bisa ditemukan. Hyun Gil ingin menyimpannya sebagai tanda. Di sisi lain ini juga membuktikan bahwa metode kejahatan yang dilakukan oleh pembunuh biasanya memiliki pola serupa yang sangat berkaitan dengan karakteristik atau latar belakang kehidupan pelaku.
Nonton Streaming / Download Through the Darkness Sub Indo di Viu
Through the Darkness (Those Who Read Hearts of Evil) tayang secara eksklusif di Viu setiap Sabtu dan Minggu, mulai 15 Januari 2022 dengan total 12 episode. Jangan lewatkan untuk nonton streaming atau download Through the Darkness sub Indo hanya di Viu!
Yuk nonton Through the Darkness sub Indo sekarang!



