
Viu Original Pretty Little Liars tidak hanya menyuguhkan teror menakutkan dari sosok misterius A. Serial ini juga menyajikan momen persahabatan yang menyentuh di antara Hanna (Anya Geraldine), Sabrina (Valerie Thomas), Aria (Shindy Huang), dan Ema (Eyka Farhana), dan Alissa (Yuki Kato). Menariknya, persahabatan yang manis tak hanya ditunjukkan oleh mereka, melainkan juga oleh orang-orang yang dekat dengan mereka.
Seperti apa momen persahabatan yang ditunjukkan dalam sinetron tersebut?
1. Mendirikan Monumen Alissa

Alissa dianggap sebagai sosok leader bagi empat sahabatnya. Sehingga, ketika ia dinyatakan hilang, teman-temannya merasa kosong. Apalagi, ketika satu tahun kemudian tubuhnya ditemukan dalam keadaan tewas. Keempat sahabat itu terlihat sangat terpukul.
Indah (Nazia Mustafar), ibu Ema, melontarkan ide untuk mendirikan monumen Alissa sebagai bentuk penghormatan dari sahabat-sahabatnya. Ketika Ema menceritakan ide ini kepada teman-temannya, mereka sepakat akan membuat monumen Alissa yang dipajang di taman kota. Monumen tersebut berbentuk setengah lingkaran dengan patung kelimanya berdiri mengelilingi lingkaran itu. Mereka berempat hadir di acara peresmian monumen itu dan Sabrina menyampaikan pidato yang menyentuh.
2. Membantu Hanna yang kesulitan keuangan

Keluarga Hanna mengalami kesulitan ekonomi. Hanna tahu tentang hal ini, ketika ia menyadari berkurangnya bahan makanan di rumah. Ia tidak menceritakan hal ini kepada teman-temannya. Amira (Wulan Guritno), ibu Hanna, menolak bantuan Hanna untuk bekerja demi mendapatkan uang. Dia bahkan bilang ekonomi keluarga mereka baik-baik saja. Namun, Hanna bersikeras ingin mencari uang dan membantu ibunya demi memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka dan mendapatkan ide untuk menjual barang-barang pribadinya.
Hanna yang kesulitan menjual barang-barangnya kemudian mendapat bantuan dari Raka (Chicco Kurniawan). Pria ini membantu Hanna memotret barang dagangan Hanna dan menjualnya secara online. Sementara itu, Mona (Jennifer Coppen), salah satu sahabat Hanna, ternyata jadi salah satu orang yang membeli tas Hanna.
Mona kaget, ketika tahu tas tersebut dulunya adalah milik Hanna. Ia lalu menawarkan bantuan dan berharap Hanna memberi tahu dia, jika sedang mengalami kesulitan.
3. Menemani Aria saat perpisahan orang tuanya

Aria tahu soal perselingkuhan yang dilakukan oleh ayahnya, Bondan (Irgi Fahrezi), ketika ia masih SMA. Ia melihat ayahnya mencium wanita lain, ketika ia pulang sekolah bersama dengan Alissa. Namun, ia memilih merahasiakan kejadian ini dari ibunya, Illa (Cheryl Marella), karena tidak ingin melihat ibu sedih.
Beberapa waktu berselang sejak kejadian itu, mendadak Illa mendapatkan surat dari A. Surat tersebut menyatakan mengenai perselingkuhan Bondan di masa lalu dan Aria tahu sejak dulu soal perselingkuhan tersebut. Illa marah dan memutuskan untuk keluar dari rumah. Ia juga kecewa, karena Aria tidak pernah memberi tahu hal ini sejak awal.
Perpisahan kedua orang tuanya membuat Aria sedih, sehingga ketiga sahabatnya datang ke rumahnya dan menemani dia. Mereka mencoba menghibur Aria dengan membelikan makan siang dan bercanda bersama. Mereka berharap kehadiran mereka dapat sedikit menghibur Aria.
4. Membela Ema yang disudutkan Darma

Darma (Tegar Satrya) ditugaskan untuk menyelidiki kasus kematian Alissa. Suatu malam monumen Alissa dihancurkan oleh orang tidak dikenal. Darma mencari tahu tentang kejadian itu dan mencurigai Ema sebagai pelaku. Ia mendatangi Ema di kampus dan mengkonfrontasi gadis itu di hadapan teman-temannya. Di dalam tas Ema ditemukan potongan monumen Alissa yang sudah hancur, sehingga semakin membuat Darma curiga. Ia menuduh Ema memiliki dendam tersendiri pada Alissa, karena ia juga menemukan email yang menunjukkan kemarahan Ema terhadap Alissa.
Ketiga sahabatnya meminta Darma berhenti menindas Ema. Vero (Imelda Laish), ibu Sabrina, dan Amira datang membela Ema. Amira mengancam Darma agar ia berhenti mengancam dia, dan mengganggu kehidupan Hanna dan teman-temannya. Vero merekam ucapan Darma yang mengancam akan memukul Amira dan ia akan menindak tegas Darma karena telah menggeledah barang-barang Ema tanpa izin. Vero yang bekerja sebagai pengacara akan menuntutnya di pengadilan, jika Darma masih melanjutkan penindasan terhadap Ema dan teman-temannya.
5. Membongkar identitas A

Keempat sahabat sedang menyelidiki sosok misterius A yang meneror kehidupan mereka. Mereka merasa sangat terganggu oleh sosok misterius yang tidak hanya merugikan secara individu, melainkan juga keluarga mereka. A ikut campur dalam urusan pribadi dan melakukan teror yang mencelakakan mereka. Kejadian-kejadian tersebut membuat keempatnya kompak untuk melakukan penyelidikan. Mereka mencoba memahami isi pesan dari A dan menjebaknya.
Mereka memulai dengan mencari tahu tentang aktivitas Jihan (Cindy Nirmala) di klinik tempat Hanna bekerja. Mereka curiga, Jihan berhubungan dengan A. kemudian, Hanna juga memantau sosok misterius A dari kejauhan di pesta ulang tahun Mona agar dapat mengetahui identitasnya. Sementara itu, Sabrina memecahkan pesan misterius dari A soal kemunculannya di gedung bioskop tua. Ia mengajak Ema untuk pergi mencari tahu bersamanya. Setelah Hanna tahu soal A, ia langsung mengabari teman-temannya.
Apakah persahabatan mereka bisa terus terjaga di Pretty Little Liars musim kedua? Kita tunggu bulan Maret nanti, ya!
Nonton Streaming / Download Viu Originals Pretty Little Liars Season 2 di Viu
Sambil menunggu tayangnya Viu Original Pretty Little Liars Season 2, yuk maraton kembali Pretty Little Liars untuk mengungkap misteri kematian ‘A’ yang berujung penuh teror. Jangan lewatkan nonton streaming atau download Pretty Little Liars Season 2 full episode di Viu!
Jangan lewatkan Pretty Little Liars Season 2 di Viu!



