
Kehidupan Song Ha Young (Kim Nam Gil) di Tim Analisis Perilaku Kriminal tidak semakin mudah, meskipun sudah memahami cara melakukan profiling terhadap pelaku kriminal. Dalam drama Korea terbaru yang digemari ini, dia dan dua orang anggota timnya justru mendapatkan tantangan lebih berat dalam menyelesaikan kasus baru. Walaupun, dengan kecerdasan, ketelitian, dan kegigihannya, Ha Young dan rekan-rekannya dapat menyelesaikan setiap kasus dengan baik.
Semakin ke sini penjahat yang beraksi semakin sadis dan lebih susah ditebak. Petunjuk memang didapat, tetapi masih ada saja kesulitan yang dihadapi oleh Ha Young dan timnya dalam memecahkan misteri di Through the Darkness. Ini tanda-tandanya bahwa kasus yang mereka hadapi semakin sulit:
1. Mulai memancing emosi

Kasus pertama yang ditangani Ha Young sebagai profiler resmi adalah pembunuhan dengan mutilasi yang korbannya adalah anak perempuan berusia lima tahun. Lee Chun Young (Son Young Soon), seorang pengumpul barang rongsokan tanpa sengaja menemukan potongan tubuh anak itu, ketika dia berada di tempat pembuangan sampah. Potongan yang dia temukan itu terbungkus dalam beberapa kantong plastik hitam yang disatukan dalam sebuah tas. Kasus ini mendapatkan sorotan dari media yang menanti perkembangannya setiap saat.
Korban yang merupakan anak-anak juga memancing emosi dari Kook Young Soo (Jin Seon Kyu), rekan kerja Ha Young. Selain karena ia mempunyai anak sehingga ikut marah dengan kejadian ini, salah satu anak Young Soo punya nama yang sama dengan korban.
Ha Young yang sangat memahami kondisi emosi Young Soo sampai harus menenangkan rekannya itu agar tetap bisa bekerja secara profesional. Sebab, ia akan sulit berkonsentrasi, jika tidak dapat memisahkan antara emosi dan pekerjaannya. Meski demikian, Ha Young juga terlihat berusaha menekan emosinya sendiri.
2. Pihak berwenang menolak bekerja sama

Tim Analisis Perilaku Kriminal ingin ikut membantu investigasi kasus mutilasi yang ditangani oleh Tim Unit Kejahatan Khusus 1 pimpinan Inspektur Yoon Tae Goo (Kim So Jin). Ha Young dan Young Soo mendatangi Tae Goo dan dengan baik-baik mengajaknya bekerja sama, tapi tawaran itu ditolak begitu saja. Mereka tidak ingin kasus ini ditunggangi oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan.
Tae Goo menganggap remeh divisi Tim Analisis Perilaku Kriminal yang memang baru dibentuk. Banyak yang belum familiar dengan cara kerja divisi mereka. Tae Goo juga menolak untuk berdiskusi lebih lanjut dan menegaskan bahwa ia terlalu sibuk menangani kasus mutilasi sehingga tidak ingin berlama-lama berdiskusi. Dia tidak merasa membutuhkan Tim Analisis Perilaku Kriminal untuk menemukan pelaku pembunuhan, membuat Ha Young tersinggung.
3. Kesulitan mendapatkan petunjuk

Ha Young kesulitan mencari petunjuk kasus mutilasi. Ia menilai pelakunya adalah orang yang rapi dan terencana. Di tempat potongan tubuh ditemukan tidak ada sisa sidik jari atau barang lain milik pelaku yang tidak sengaja tertinggal. Pelaku juga memotong tubuh korban dengan rapi dan membungkusnya dengan baik. Walaupun pelaku menaruh beberapa potongan tubuh di tempat terbuka, Ha Young kesulitan membaca motif kejahatan ini.
Beberapa kali Ha Young menelusuri kawasan sekitar potongan tubuh ditemukan untuk mencari petunjuk apa pun yang dapat membantunya. Dia bertanya-tanya, kenapa potongan tubuh itu dibungkus dua lapis kantong plastik. Dia juga curiga, lokasi tempat tinggal pelaku tidak jauh dari tempat potongan tubuh ditemukan.
Ia kemudian mendapat sedikit pencerahan. Menurut Jung Woo Joo (Ryeoun) anggota terbaru dan termuda tim tersebut, ada kemungkinan pelaku adalah penjagal atau pernah bekerja sebagai penjagal dan sekarang menganggur. Soalnya, penjagal biasanya membungkus daging mereka dengan dua lapis plastik.
4. Harus bekerja diam-diam

Tim Analisis Perilaku Kriminal diizinkan untuk membantu penyelidikan kasus mutilasi. Ha Young lal memaparkan tentang profil pelaku kejahatan ini. Menurut dia, tubuh korban dimutilasi setelah dibekukan. Bekas potongan menunjukkan bahwa mutilasi dilakukan oleh seseorang yang punya pengalaman dalam memotong makanan beku. Hal itu juga terlihat dari caranya membungkus potongan tubuh dengan dua kantong plastik hitam.
Ha Young menduga, pelaku bekerja sendiri dan termasuk orang sangat rapi. Ia memprediksi, usia pelaku antara akhir 30-an hingga awal 40-an dan pendidikan terakhirnya kemungkinan SMP.
Pendapat Ha Young tentang laporan profil dianggap sebagai omong kosong oleh Baek Joon Sik (Lee Dae Yeon) dan Heok Gil Pyo (Kim Won Hae), atasan mereka di kepolisian. Menurut keduanya, laporan ini tidak memiliki bukti kuat. Mereka merasa metode yang digunakan oleh Ha Young akan sulit untuk diterapkan di kepolisian. Tapi, mereka memperbolehkan Tim Analisis Perilaku Kriminal membantu penyelidikan secara tidak resmi dan mereka tidak boleh sampai ketahuan divisi lain.
5. Anggota tubuh yang masih belum ditemukan

Ha Young berhasil menemukan tempat tinggal Hyun Gil (Woo Jung Kok), pria yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan. Ia segera menghubungi Tae Goo untuk datang ke lokasi yang ia sebutkan. Rumah Hyun Gil yang rapi sesuai deskripsi Ha Young. Seluruh polisi langsung dikerahkan untuk melakukan penyelidikan di rumah itu karena ditemukan delapan jari milik Lee Soo Hyun (Noh Ha Yeon), anak kecil yang dimutilasi di selokan dekat rumah pelaku.
Mereka kemudian mencari dua jari yang hilang, yaitu jari manis dan jari tengah, hingga tengah malam di sungai kecil dekat rumah pelaku. Namun, dua jari itu tetap tidak ditemukan.
Ha Young ikut melakukan interogasi terhadap Hyun Gil, ketika pria tersebut berhasil ditangkap. Namun, ia tidak mau mengungkap di mana ia membuang dua jari lainnya. Ha Young berpikir bahwa Hyun Gil sengaja melakukan hal itu karena dia sendiri kehilangan dua jari yang sama.
Nonton Streaming / Download Through the Darkness Sub Indo di Viu
Through the Darkness (Those Who Read Hearts of Evil) tayang secara eksklusif di Viu setiap Sabtu dan Minggu, mulai 15 Januari 2022 dengan total 12 episode. Jangan lewatkan untuk nonton streaming atau download Through the Darkness sub Indo hanya di Viu!
Yuk nonton Through the Darkness sub Indo sekarang!



