Setelah mendengar dari Mas Kunto bahwa Rey tidak bisa menjadi pemeran utama dalam film “The Java Rhapsody” dikarenakan permintaan investor baru, yang tidak lain adalah Robert, Julia langsung mendatangi Robert dan meminta penjelasan mengenai hal tersebut. Robert berdalih jika ia melakukannya hanya demi uang, karena menurutnya image Rey yang buruk akan mempengaruhi film tersebut nantinya. Sementara Julia tetap meyakinkan Robert bahwa kemampuan akting Rey masih sebagus dulu, dan meminta kesempatan agar Rey bisa mengikuti audisi terlebih dahulu, ia percaya jika sutradara akan melihat bahwa Rey masih memiliki kemampuan akting yang baik. Alih-alih langsung setuju, Robert malah memanfaatkan hal ini untuk bertaruh dengan Julia. Jika sutradara memilih Rey, maka ia akan menyetujui untuk menggunakan Rey sebagai aktor dalam film “The Java Rhapsody” , tetapi jika sebaliknya maka Julia harus menerima tawarannya untuk bekerja di salah satu perusahaan miliknya di Jepang. Karena yakin dan percaya pada sosok Rey, Julia pun menyetujuinya.
Namun rupanya kabar mengenai Rey yang akan membintangi film tersebut sudah menyebar di sosial media, hingga banyak wartawan dan masyarakat umum terlanjur mengetahuinya. Karena belum mendengar perihal pergantian investor dan lain sebagainya, Javier dan Erika mengira bahwa Rey sudah pasti akan membintangi film “The Java Rhapsody” . Untuk itu, Javier yang berperan mengatur sosial media Rey dengan tujuan membangun image Rey menjadi lebih baik, menyebarkan berita tersebut walaupun tanpa konfirmasi terlebih dahulu dengan Julia.
Mengetahui hal tersebut, terjadilah perang argumen antara Julia, Javier, Erika dan Rey. Masing-masing dari mereka merasa sudah melakukan sesuatu yang benar, hingga akhirnya Julia yang tertekan tidak sanggup lagi menghadapi mereka dan pergi dengan penuh emosi.
Menyadari bahwa Julia adalah satu-satunya jalan yang dapat membantu Rey, Erika kemudian meminta Rey untuk menyusul Julia dan meminta maaf. Walaupun dengan setengah hati, Rey pun akhirnya menuruti Erika. Rey datang disaat Julia hendak meminum obat penenang yang selalu ia simpan dimobilnya. Dengan emosi yang masih tidak stabil, Julia keluar dari mobil dan berteriak pada Rey, namun disaat yang sama ia juga berusaha mengendalikan emosinya. Melihat hal tersebut, Rey justru tersenyum dan menawarkan Julia untuk sedikit melepaskan stressnya dengan mengajaknya minum.
Rey dan Julia tampak menikmati malam itu, keduanya melepaskan stress dan beban pikiran masing-masing dengan banyak bersulang. Tanpa disadari mereka mulai terlihat mabuk sekaligus super happy, bahkan keduanya melakukan hal-hal yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya di malam itu. Dikarenakan Julia telalu mabuk hingga menyulitkannya berjalan apalagi menyetir mobil, Rey pun menawarkan diri untuk mengantarkannya pulang. Dirumah Julia, ternyata Robert sudah menunggu dirinya dan melihat keduanya datang dalam keadaan mabuk. Namun belum sempat mengutarakan maksud kedatangannya, Julia yang terlalu mabuk, sudah keburu tertidur di sofa. Hehe … 🙂
Dirumah, Rey sedang berbunga-bunga setelah baru saja menghubungi Julia. Namun tiba-tiba saja, ia didatangi oleh tiga orang yang mengaku dari BNN karena mendapatkan laporan dari warga sekitar bahwa dirinya baru saja melakukan transaksi narkoba. Eng ing eng! Bukannya Rey udah berhenti? Atau selama ini Rey masih menggunakan narkoba diam-diam? Yuk, tonton langsung The Publicist – Episode 4 untuk mengetahui jawabannya. Dan jangan lupa untuk terus ikuti episode terbaru The Publicist setiap hari Rabu dan Kamis tiap Minggunya, hanya di VIU.
Baca Juga:
– Sinopsis The Publicist Episode 1
– Sinopsis The Publicist Episode 2
– Sinopsis The Publicist Episode 3



