Viuers, siapa di antara kalian yang suka menonton drama atau film yang dibintangi Yoo Ah In? Bisa dibilang, aktor kelahiran Daegu, 6 Oktober 1986 tersebut menjadi jaminan dari kualitas tayangan yang dibintanginya, baik serial drakorindo maupun film. Sebelum membintangi drama sukses Chicago Typewriter dan film Burning, Ah In lebih dulu dipercaya mengisi peran dalam sebuah film bertema sejarah berjudul The Throne pada tahun 2015 silam.
The Throne atau Sado disutradarai oleh Lee Joon Ik, sementara Jo Chul Hyun, Oh Seung Hyun, dan Lee Song Won duduk bersama di bangku penulis naskah. Film yang berdurasi 125 menit ini mengambil seting tempat dan waktu Korea Selatan pada abad ke-18. Buat kamu yang ingin mempelajari histori kerajaan Negeri Ginseng, The Throne layak banget untuk disimak. Pasalnya, film Korea yang rilis pada 16 September 2015 ini, selain dibintangi Ah In, diisi aktor dan aktris hebat seperti Song Kang Ho, Moon Geun Young, Kim Hae Sook, Park Won Sang, Jeon Hye Jin, dan Jin Ji Hee.
Cerita The Throne diangkat dari kisah nyata seputar perselisihan antara Raja Yeongjo (diperankan oleh Song Kang Ho) dengan putranya, Sado (diperankan oleh Yoo Ah In). Sang putra mahkota selama masa hidupnya harus menghadapi kelaliman dari sang ayah yang berpendapat anaknya tak layak memerintah kerajaan. Parahnya lagi, Raja Yeongjo menjatuhkan hukuman mati kepada Sado saat sang pangeran menginjak usia ke-27 tahun. Hukuman yang diberikan pun sangatlah keji, karena Sado harus melakukan bunuh diri dengan memasukkan dirinya ke dalam peti kayu berisi beras selama 8 hari sampai ia kehilangan nyawa akibat kelaparan dan tercekik kehabisan napas.
The Throne pun menggambarkan pedihnya penderitaan yang dialami Sado. Dari saat sang ayah yang dengan mudahnya memerintahkan pengurungan terhadap putranya. Selama masa penahanan, Sado tak diberikan makanan, air, hingga udara untuk bernapas!
Selama 8 hari, akan ada sejumlah kilas balik yang mengungkapkan latar belakang buruknya hubungan Raja Yeongjo dengan Sado. Misalnya saat sang raja Dinasti Josun yang akhirnya mendapatkan putra dari seorang selirnya. Saking bahagianya, Raja Yeongjon langsung mengangkat Sado sebagai pewaris takhta sejak ia masih bayi. Kebahagiannya makin terlihat kala Sado menunjukkan kecerdasan serta bakat membanggakan.
Sayangnya, kebahagiaan tersebut luntur saat Sado beranjak dewasa. Fitnah pemberontakan yang dilemparkan pihak permaisuri terhadap sang pangeran rupanya dipercaya sang penguasa. Akan tetapi, Raja Yeongjo tak dapat menghukum langsung Sado, karena keputusan itu mengancam tahta maupun reputasinya. Hal inilah yang memaksanya mendorong Sado untuk melakukan upaya bunuh diri. Sungguh tragis, bukan? Apa yang nanti terjadi pada Sado? Bagaimana Raja Yeongjon mempertahankan istana? Saksikan langsung perjuangan Sado dalam film The Throne di VIU sekarang juga.
Baca Juga:
– Sinopsis Chicago Typewriter



